Pergerakan Arek-Arek Pasuruan Inspiratif
Oleh: Yudha
surup.co – Bukan tua atau muda, lama atau baru, menang atau kalah, siapa yang lebih dulu atau yang terahir. Tapi siapa yang bergerak dan berdampak, Eaaa. Seperti harek-harek yang punya selogan “Bergerak dan Berdampak”. Menyebut dirinya Pasuruan Inspiratif (PI). Merupakan kelompok muda yang fokusnya bergerak di bidang sosial, budaya, dan ekonomi. PI secara de facto didirikan tahun 2018. Secara de jure Pasuruan Inspiratif resmi didirikan 10 November 2019. Anggota Pasuruan Inspiratif terdiri dari horang-horang yang berjiwa dan semangat muda (memiliki jiwa sosial), lintas komunitas, bahkan lintas agama se-Pasuruan Raya. Memiliki misi diantaranya mengembangkan potensi kreatif; Berperan aktif dalam dunia sosial, budaya, dan ekonomi untuk menopang perubahan Pasuruan yang lebih baik; Berkolaborasi dengan beberapa komunitas, organisasi, pergerakan, lembaga dalam melakukan kegiatan sosial, budaya, dan ekonomi. Wiihhh… nguerrriiikkk gaksiihh.

Gak berhenti sampai disini, harek-harek PI ini, telah melakukan beberapa kegiatan seperti:
- Penanganan shock terapi kepada anak TK & SD saat tragedi SDN Gentong roboh;
- Turut andil dalam penanganan covid 19 dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan, pembagian sabun cuci tangan, pembagian tong kran untuk cuci tangan, edukasi hidup bersih dan sehat, pembagian sembako, pembagian lauk dan sayur mayur;
- Bari’an di Petilasan Untung Surapati (Mengenang jasa Untung Surapati);
- Kolaborasi kegiatan tanam mangrove bersama Opa Patas;
- Ekonomi kreatif kolaborasi dengan jalan tengah cafe;
- Buka bersama (bagi-bagi takjil dan sahur kepada tukang becak);
- Aksi lingkungan hidup (bersih-bersih embung, cabut paku, pembersihan sungai, pelabuhan, aksi pungut sampah, edukasi kebersihan lingkungan kepada pengunjung alun-alun; pelatihan digital marketing; pembuatan film tentang pluralisme;
- Mengulik Kebhinekaan di Kota Bandar Jilid 1 (2021) hingga saat ini sudah jilid ke 3 dan menjadi agenda tahunan;

Nah ini nih..ini.. ini… tentang mengulik Kebhinekaan yang ke 3 ini kemarin sudah diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 03 Agustus 2024 di Taman Sekargadung kota Pasuruan. Banyak rangkaian acara diantaranya Talk Show Kebhinekaan dengan tema “Beragam itu indah, berantem sudah bukan zamannya” dengan narasumber Adi Wibowo dan Aditya Kertawidjaja, juga Imam Haromain, yang digelar saat jam 16:00. Kemudian jam 19:00 dilanjutkan berbagai pagelaran Panggung Apresiasi, diantaranya ada; Pentas Teater Dingklek dari SDN Tambaksari, Teaterikal Puisi yang dibawakan oleh Ani Wibowo dan timnya, Tampilan musik ansambel dari kelompok musik Sang Timur, senam sahabat alam, dan penampilan pentas musik dari Band Second Hopes (BKAG), juga dari band GKJW x OMK.

Malam itu dipelataran taman sekargadung tidak seperti biasanya. Banyaknya mobil dan motor parkir, booth UMKM lokal yang nampang, ditambah gate dan 2 mini tower dari bambu yang menjadi background panggung disamping kanan kiri videotrone tersebut semakin nambah ciamik. Mural pada media triplek bergambar garuda dan ornament merah putih sebagai background photo booth memperkuat nuansa Agustusan. Jelas yang begitu ulah harek-harek PI. Sesi ending, acara “Mengulik Kebhinekaan di kota Bandar jilid 3” itu menyuguhkan pemutaran film pendek yang sedikit panjang. Film yang berdurasi kurang lebih satu jam tersebut ditulis dan disutradarai oleh Dawud (pegawai marketing property) yang diracik bersama Ucok (guru seni di SD Tambaksari).


Film yang berjudul “rukun tetangga” tersebut digarap dengan sederhana yang menyiratkan makna pentingnya hidup bertoleransi apapun perbedaan yang ada dalam kehidupan. Meski masih banyak kemungkinan yang perlu dieksplorasi di wilayah artistik, namun energi luar biasa tampak dalam produksi filmnya. Hingga menjadi menu spesial yang dinanti dalam giat acara dimalam itu.

Acara yang dipersiapkan sekurangnya dua bulan tersebut menjadi pencapaian seluruh kelompok PI. Dimana banyaknya yang terlibat dalam acara tersebut tidak hanya anggota aktif, para penasehat dan anggota kehormatan PI saja, namun juga melibatkan berbagai komunitas jejaringnya: komunitas lintas agama, dan lintas komunitas. Hal ini menjadi pembelajaran bagi PI sendiri untuk saling belajar dalam menjalankan kegiatan. Mengingat usia organisasi yang masih dikatan muda. Juga menjadi sarana bagi PI dan jejaringnya untuk saling mempererat silaturrahmi dalam segala hal. Seperti yang meraka gaungkan dalam penutupan talkshownya: “perbedaan kita maknai sebagai keberagaman yg indah, bukan perbedaan yg akhirnya saling menyalahkan”.
*Koncoe harek-harek PI yang kebetulan asik sebagai praktisi seni. Boleh kok diklik Ig @yudha.visualart