KARYAMEDIA BARURASAN-RASANRUPASOSIAL

Sedikit Review Film Legium Tulang Lunak 20 Centimeters per Year

oleh Mochamad Felix Febiantoro

Yang menarik dari film Legium Tulang Lunak 20 Centimeters per Year adalah kesadaran akan pentingnya arsip. Film ini mengusung pendekatan partisipatif yang menggabungkan wawancara dengan unsur artistik, menciptakan pengalaman visual yang kritis dan reflektif. Saya mengamati alur cerita yang bersifat non-linear dengan teknik cut to cut yang agresif, sehingga membangun narasi yang dinamis dan menantang. Tata kamera yang digunakan pun seolah ikut berbicara, memperkuat pesan yang hendak disampaikan dan menjadi refleksi sekaligus pemantik kesadaran akan keberadaan arsip.

Dokumenter dari penta_k_labs dalam giat Tulang Lunak Bandeng Juwana 20 Tahun Hysteria @grobakhysteria berhasil menciptakan aktor-aktor baru dan menjadi pemicu dalam menggerakkan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa metode dokumentasi yang digunakan sangat baik dan tersusun dengan rapi, meskipun kemungkinan sebelumnya arsip-arsip tersebut tidak begitu terorganisir.

Keberhasilan ini membuat saya semakin penasaran, apakah sutradara terlibat secara aktif dalam membangun kedekatan dengan Hysteria, sehingga mampu menciptakan pengalaman etnografi visual yang tidak serta merta mengalir begitu saja. Setelah menonton dan berdiskusi, mungkin saja terdapat puzzle yang hilang atau bagian yang sengaja dihilangkan.

Namun, hal ini bukanlah sebuah kekurangan, melainkan sebuah strategi dari pembuat film untuk mengambil benang merah dari isu yang diangkat, seperti dalam konteks perubahan iklim (climate change). Seperti halnya perubahan iklim yang kompleks, seorang filmmaker harus mampu menyoroti poin-poin penting agar pesan utama tersampaikan secara efektif dan menggugah kesadaran penontonnya.

Ketua at Petong Art House | + posts

Mochamad Felix Febianto adalah seorang Video Artist, Filmmaker asal
Pasuruan, Jawa Timur. Ia telah menyelesaikan studi Film dan Televisi di Program Pendidikan Vokasi Universitas Brawijaya, Malang. Kini ia kembali ke Kampung halaman dan banyak menghabiskan waktu untuk praktik seni video atau film di sebuah kamar yang ia sebut dengan Kamar Wetan. Disana, ia suka mengumpulkan berbagai footage atau arsip dan mengolahnya menjadi beragam bentuk, baik naratif maupun non narati

Mochamad Felix Febianto

Mochamad Felix Febianto adalah seorang Video Artist, Filmmaker asal Pasuruan, Jawa Timur. Ia telah menyelesaikan studi Film dan Televisi di Program Pendidikan Vokasi Universitas Brawijaya, Malang. Kini ia kembali ke Kampung halaman dan banyak menghabiskan waktu untuk praktik seni video atau film di sebuah kamar yang ia sebut dengan Kamar Wetan. Disana, ia suka mengumpulkan berbagai footage atau arsip dan mengolahnya menjadi beragam bentuk, baik naratif maupun non narati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *