BENGKELBUDAYAGAYASOSIALSPIRITUAL

Dawuh Wowoh: Aksi Seni Dalam Peringati Hari Peduli Sampah Nasional 2025

Oleh : Mahbub Fauqo *

22 Februari 2025, Tosari – Bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional 2025, Dawuh Wowoh hadir di tengah-tengah masyarakat Tosari sebagai sarana sosialisasi pentingnya pengolahan sampah dengan benar untuk mengurangi dampak buruk dari sampah yang tidak terolah dengan baik.
Kegiatan ini dilaksanakan balaidesa Tosari dan dihadiri oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan, Camat Tosari, Romo Dukun Tengger, Kepala Desa Tosari, Kepala Desa Wonokitri, Kepala Sekolah TK, SD, SMP dan SMA se kecamatan Tosari. Dibuka  dengan doa secara adat Tengger oleh Romo Eko Warnoto pada pukul 8.00 WIB dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan pemukulan gong oleh Kepala Desa Tosari Bapak Rudi Hartono

Opening Dawuh Wowoh (dok. Caturaksa)

Dawuh wowoh di inisiasi oleh Kelompok Swadaya Masyarakat Henung selaku pengelola TPS desa Tosari yang bekerja dengan komunitas Caturaksa Creative dan mengangkat tema “dari sampah menjadi karya, dari karya menjadi perubahan”, hal ini sesuai dengan isi kegiatan dawuh wowoh yang terdiri dari lomba mewarnai tingkat TK, lomba melukis tong sampah tingkat SD, SMP dan SMA, serta workshop pembuatan kompos oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan yang diikuti oleh masyarakat Kecamatan Tosari.

Kegiatan workshop dan lomba melukis tingkat TK-SD-SMP-SMA Se Tosari. (Dok. caturaksa)

Perlombaan mewarnai tingkat TK diikuti oleh 60 peserta didik dari TK se kecamatan Tosari, berjalan dengan lancar dilakukan serentak dengan perlombaan melukis tong sampah tingkat SD yang juga diikuti oleh peserta didik SD se kecamatan Tosari, setelah ishoma, perlombaan dilanjutkan dengan lomba melukis tingkat SMP dan SMA. Setelah semua perlombaan selesai, dilakukan proses penjurian oleh 3 juri yang diantaranya Bapak Kholid Sholikin, Bapak Arif dan Bapak Yudha untuk menentukan juara 1, 2 dan 3
Sementara penjurian berlangsung, didalam gedung balaidesa dilaksanakan workshop pembuatan kompos oleh Ibu Yeni Kirana dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan, workshop berjalan dengan seru dimana ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta workshop kepada narasumber yang membuat diskusi terasa lebih hidup.

Rangkaian acara penampilan, pemberian hadiah dan cendera mata di penutupan Dawuh Wowoh. (dok. Caturaksa)

Seluruh rangkaian acara pada pagi sampai sore telah usai, dilanjutkan dengan rangkaian acara malam yaitu hiburan, dimulai dengan pemutaran film pendek yang sebelumnya telah diputar di setiap sekolah  sebagai pengantar kegiatan dawuh wowoh, dilanjutkan dengan naiknya DASTER (dagelan soko tengger) ke panggung untuk membawakan acara hiburan. Dibuka dengan tarian beksan pariksuko dan dilanjutkan dengan pembagian hadiah yang disampaikan langsung oleh dewan juri. Setelah euphoria pembagian hadiah usai, seluruh rangkaian acara dawuh wowoh ditutup dengan penampilan Super Pegon Manggolo Putro. kata fauqo, selaku ketua pelaksana dawuh wowoh “meskipun sempat terjeda oleh hujan, namun kegiatan tetap berjalan dengan lancar. Bagi saya kegiatan ini akan menjadi penting bagi ekosistem seni dan budaya yang ada di desa Tosari, dimana anak-anak, pemuda dan orang tua tergerak untuk membuat sebuah karya yang didasari oleh kepedulian terhadap lingkungan”.

*Penulis merupakan pemuda pegiat seni dan lingkungan asli Tosari

Mahbub Fauqo
Pemuda pegiat seni dan lingkungan asal Tosari | + posts

Pemuda pegiat seni dan lingkungan asal Tosari

Mahbub Fauqo

Pemuda pegiat seni dan lingkungan asal Tosari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *