BUDAYAGAYAISU

UNESCO mengajak Sanggar Coral bersama pegiat seni Pasuruan cegah hoax melalui pentas Teater Rakyat

Oleh : Wahyu Setiadi (Taring Pena)

Sosialisasi Social Media for Peace melalui Teater Rakyat: Pertunjukan “Terbang Bandung” oleh Sanggar Seni Cuci Otak – Rahmat Alam Pasuruan

Pasuruan, 14 Desember 2024 – Sanggar Seni Cuci Otak – Rahmat Alam Pasuruan (coral) dengan bangga mempersembahkan adaptasi teater rakyat Terbang Bandung dalam rangka sosialisasi program Social Media for Peace. Pentas akan dilaksanakan di gedung kelurahan Purworejo pukul 19:00 wib. Program yang diinisiasi oleh UNESCO dan didanai oleh Uni Eropa ini bertujuan untuk mendorong penggunaan media sosial sebagai ruang dialog yang mendukung perdamaian dan harmoni sosial.

Pertunjukan Terbang Bandung mengadaptasi seni teater rakyat khas Pasuruan dengan balutan nilai-nilai perdamaian yang relevan dengan era digital. Acara ini diselenggarakan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga etika dalam bermedia sosial, membangun empati lintas budaya, dan melawan penyebaran ujaran kebencian serta disinformasi di platform digital.

Ketua Sanggar Seni Cuci Otak, Rahmat Alam, menyampaikan, “Kami percaya bahwa seni adalah medium yang kuat untuk menyampaikan pesan perdamaian”. Melalui kesenian Terbang Bandung, kami ingin mengajak masyarakat untuk merenungkan pentingnya menjaga keharmonisan, baik di dunia nyata maupun dunia maya.”

Poster kegiatan

Acara ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk pelaku seni, pemuda, komunitas digital, dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan pendekatan yang kreatif, Social Media for Peace mengajak semua pihak untuk menjadi agen perubahan dalam menciptakan dunia yang lebih damai, baik secara lokal maupun global.

UNESCO, sebagai penyelenggara utama, menegaskan pentingnya memanfaatkan media sosial sebagai alat positif untuk membangun perdamaian. “Kami sangat mendukung inisiatif ini sebagai langkah penting dalam menciptakan ruang digital yang inklusif, bebas dari kekerasan, dan berkontribusi pada pembangunan perdamaian berkelanjutan,” ujar perwakilan UNESCO dalam sambutannya.

Melalui kolaborasi seni dan nilai-nilai perdamaian, pertunjukan ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial dan menyebarkan pesan damai di setiap interaksi digital mereka.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Social Media for Peace, kunjungi situs resmi UNESCO atau hubungi panitia lokal di Pasuruan.

*Pegiat seni, penulis asli Kota Pasuruan

Wahyu Setiadi
+ posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *