GAYARUPA

Seteman Kangen: Strategi Berpameran MGMP Guru Seni Budaya SMP Tuban dalam Menyelaraskan Kerinduan

oleh: Prihanto Widodo

Sebuah Refleksi
Di tengah arus kehidupan yang terus berjalan, kita semua telah merasakan momen di mana kerinduan menyeruak bukan hanya untuk seseorang, tetapi juga untuk kenangan, tempat, atau bahkan diri kita yang dulu. Kerinduan itu kemudian dalam ungkapan Jawa disebut “kangen”. Kangen atau rindu adalah suatu ekspresi yang dimiliki setiap orang.

Biasanya perasan ini muncul ketika kita lama tidak bertemu atau jarang berjumpa dengan orang-orang yang dekat dan akrab seperti orang tua, anggota keluarga, atau teman. Saat perasaan itu muncul tentu kita ingin bertemu dan melepas rindu dengan orang tersebut. Namun dalam beberapa kondisi hai ini tidak bisa dilakukan, terutama karena orang yang sedang anda rindukan tidak berada di tempat atau berhalangan karena kesibukan. Salah satu cara yang bisa dilakukan dengan menanyakan kabar lewat telpon atau medsos dengan mengirim pesan kata atau gambar yang berkesan.

Foto bersama MGMP Seni Budaya SMP bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban

Inisiasi Pameran Seni Rupa
Maka dalam konteks kangen antar teman seprofesi dan seperjuangan inilah pesan kerinduan ini coba dirayakan dalam peristiwa kegiatan berkesenian. Dimana akan diselenggarakan gelaran seni pameran bersama bertajuk “Seteman Kangen” yang akan berlangsung dari 7 sampai 10 Desember 2024 di Gedung Budaya Loka dari para guru seni yang terhimpun dalam komunitas MGMP Seni Budaya Kabupaten Tuban. Sepertemanan yang mempunyai rentang generasi, kenangan, dan wawasan untuk menuangkan ekspresi ke dalam karya yang memancarkan kehangatan, nostalgia dan harapan.

Kegiatan pameran seni rupa ini sebenarnya sudah merupakan keinginan lama yang kini baru dapat diwujudkan oleh para guru mapel Seni Budaya. Tujuan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Seni Budaya adalah meningkatkan kualitas kompetensi kreativitas, apresiasi san keterampilan/skill seni sekaligus mempererat kerjasama, kesetiakawanan dan kekeluargaan para anggotanya.

Karakteristik MGMP Seni Budaya ini dibandingkan dengan grup MGMP yang lain ialah adanya keragaman latar belakang disiplin seni yang dimiliki para guru, dimana ada empat disiplin seni yakni seni rupa, seni musik, seni tari, dan seni teater/drama.

Suasana ruang pamer, nampak guru sekaligus seniman Buntas Pradoto dengan semangat mendiskusikan karya media yang berjudul “Masihkah Kau Cinta Padaku” sebuah visual rak buku dengan kaki manekin, buku secara mekanik berulang membuka dan menutup,

Berdasar bakat dan minat yang berbeda-beda itu para guru seni dengan latar pendidikan tinggi yang berbeda jurusan ini dituntut memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai di empat disiplin seni tersebut. Paling tidak bisa menggambar atau memainkan satu alat musik begitu sebagian berpendapat. Oleh karena itu untuk menyiapkan materi pameran seni rupa ini bagi guru seni yang bukan berlatar belakang seni rupa menjadi tantangan tersendiri yang layak di apresiasi oleh publik pemirsa.

Beragam Medium
Dalam pameran “Seteman Kangen” ini para guru seni menggunakan seni sebagai medium untuk menyampaikan gagasan yang mencerminkan persepsi dan interpretasi mereka terhadap berbagai realitas kehidupan dalam kerangka keindahan (estetika). Setiap karya dalam pameran ini adalah cerita dari jembatan antara masa lampau dan masa kini lewat berbagai medium – lukisan, drawing, patung, grafis, kriya dan instalasi.

Performance art pada opening ceremoni Pameran Seni Rupa Seteman Kangen bercerita tentang kawah candradimuka yang di ambil dari kisah pewayangan lakon Gatotkaca Jedi, menggunakan idiom pameran ini sebagai kelahiran yang lama dinanti dan semangat baru dalam proses kreatif guru seni budaya

Lewat pameran ini tidak hanya mengenang pertemanan tapi merayakan rasa kangen sebagai sesuatu yang indah dan manusiawi dengan gelaran seni rupa yang digubah bentuknya secara artistik sekaligus memuat nilai keindahan secara estetika.

Menyetem Frekuensi
Seteman Kangen adalah undangan untuk berhenti sejenak di rumah singgah, meresapi kehadiran dan pentingnya hubungan dan kenangan untuk kemudian di revitalisasikan menjadi energi baru bagi eksistensi suatu kumpulan. Mungkin pameran bertajuk Seteman Kangen dapat ditafsirkan secara konotatif, kata “seteman” dimana jika dipenggal kata ‘setem’ yang berarti menyetel/melaras (idiom musik) dan akhiran an yang jika digabung dengan kata “kangen” bermakna upaya menyelaraskan/ menyatukan frekuensi untuk menghasilkan vibrasi yakni getaran rasa keindahan untuk terus menjadi kesukaan dan kecintaan yang tidak membosankan. Atau dari temu kangen jadi klangen. Akhirnya selamat dan sukses atas terselenggaranya pameran bersama ini!

Tuban, 7 Desember 2024

*) adalah penulis, guru seni budaya, dan anggota aktif MGMP Seni Budaya SMP Kab. Tuban

Website | + posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *