BENGKELCANGKRUKKARYARASAN-RASANSOSIAL

Hitler, Napoleon Bonaparte dan Cinta

Oleh: Cak Alfan*

Tentang masa lalu, masa Hitler adalah masa sauvinisme yang tidak waras. Sauvinisme adalah sikap atau ideologi yang menunjukkan patriotisme yang berlebihan dan sering kali agresif, yang menganggap bangsa atau kelompok sendiri lebih unggul daripada bangsa atau kelompok lain. Istilah ini berasal dari nama Nicolas Chauvin, seorang prajurit Prancis yang dikenal karena loyalitas dan nasionalismenya yang ekstrem terhadap Napoleon.

Hitler, dengan kekuasannya memiliki gagasan yang diluar nalar tentang ras unggul dan kelompok yang harus diberantas, dan semua orang “mengamini” hal tersebut hingga mematuhi perintahnya. Mereka menjalankan pemusnahan masal terhadap Yahudi, Gipsi dan kelompok lain yang dianggap sampah. Sebagai sosok muda yang banyak mengalami kegagalan dalam karir seni dan kehidupan miskin di Wina, serta pengaruh besar ide nasionalisme ekstrem, pernah pada satu waktu, ia membaca buku tentang peperangan Napoleon Bonaparte.

Jika banyak teman Hitler yang memaknai peperangan adalah sebuah peristiwa yang mengecam, merugikan, merusak, pembunuhan massal, serta sebuah kegagalan diplomasi dan negosiasi dalam menyelesaikan perselisihan. Berbeda dengan Hitler, ia memaknai bahwa perang adalah kekuasaan, perang adalah cara yang baik untuk memimpin, perang adalah kesenangan.

Tentu, setiap orang berhak memaknai. Setiap orang memiliki hak untuk menginterpretasikan apa yang mereka “konsumsi”. Seorang guru, tidak bisa memiliki kontrol terhadap apa yang dimaknai murid di dalam pikirannya. Selama sang murid tidak mengungkapkan apa yang ada di dalam dirinya, Sang Guru tidak akan bisa mengarahkan mana langkah yang tidak hanya baik, tapi juga benar.

Inilah yang dilakukan oleh Napoleon Bonaparte sebagai seorang murid. Ia mengkomunikasikan dan mendedikasikan dirinya untuk lebih kompeten kepada para mentor. Laki-laki yang selalu gila membaca dan terinspirasi oleh karya-karya Julius Caesar, Alexander the Great, dan Frederick the Great ini selalu belajar kepada para ahli membentuk dirinya menjadi cerdas, teguh, disiplin dan menghargai orang lain.

Hittler dan Napoleon, betapapun tegas, kejam, tetap tidak terlepas dari apa yang dinamakan cinta. Setiap orang membutuhkannya. Termasuk Napoleon, dimana pada akhir hayatnya yang ia katakan adalah “Bagiku, Prancis, Pasukan, Panglima dan Josaphine” Sama halnya dengan Hittler, yang selalu mendapatkan support penuh oleh Eva Braun, wanita yang sangat loyal kepadanya hingga akhir hayat.

Cinta tidak akan membuat orang menjadi bodoh, ketika ia disandingkan dengan pikiran yang benar. Berbeda dengan cinta yang disandingkan dengan cacat berpikir. Bahkan yang seperti itu bisa membuat orang semakin rajin mengurusi berbagai hal kecuali dirinya sendiri. Yang seperti itu, bisa membuat banyak orang percaya bahwa vokalis Linking Park tidak mati, tapi ia diculik oleh alien. Orang yang memiliki cinta namun cacat berpikir, mereka semua sama dengan kumpulan  panci tua milik ibu saya yang bercampur dengan kotoran kucing. Saya tidak ingin mendikte anda, kemana arah tulisan ini.

Silahkan anda pikirkan sendiri, karena saya pun masih sibuk dengan kehidupan saya sendiri. Tapi yang jelas, seorang penulis buku, Viktor Farnkl yang selamat dari pengalaman kamp konsentrasi mengerikan milik NAZI. Ia memaknai pengalamannya secara berbeda, manusia adalah makhluk yang kuat dan perkasa; mereka bisa selamat dalam situasi sesulit apa pun. Dalam buku “Man’s Search For Meaning” ia menuliskan ”Yang paling penting bukan apa yang kita alami, tetapi bagaimana kita memaknai pengalaman kita.”

*katanya pemerhati sosial dan peduli pada pendidikan anak-anak. Akun Ig: @alfanarifuddin

Cak Alfan
Pemerhati sosial dan peduli pada pendidikan anak-anak. | + posts

Katanya pemerhati sosial dan peduli pada pendidikan anak-anak. Juga owner penerbit buku Basya Media Utama

Cak Alfan

Katanya pemerhati sosial dan peduli pada pendidikan anak-anak. Juga owner penerbit buku Basya Media Utama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *