Pek’en Kabeh, Rup!
Oleh : Mar*
Dunia hanya milik pemenang, yang meradang dengan tangisnya haram untuk bersuara, menuliskan ceritanya dengan saksama atau jika mau, tak ada tempat untuk melontarkan itu semua.
Dunia hanya milik dalang kekuasaan, selain itu, hina label yang pas untuk disematkan, apalagi coba-coba untuk unjuk kemiskinan, kalaupun sempat, niscaya nyaring olehnya perut berbunyi hanya akan terdengar tak sampai pada gendang telinga yang memang tebal dari sananya.
Dunia hanya milik pemegang kekayaan, yang bisa dengan seenak scan barcode kyu-a saat membeli barang sesuai dengan hasratnya yang tanpa batas, melindas, menindas, hingga melipat jarak antrian panjang pelamar sandang, pangan, papan untuk bertahan, sebatas bertahan dari hari ke hari saja.
Dunia hanya milik pemuncak kejayaan, proletarian, kaum pinggiran, marjinal akut hanya diperbolehkan untuk sekedar tau, oh ini beef-steak, oh itu pengetahuan, oh itu selir, tanpa bisa menyentuhnya, apalagi merasakan barang sekecap.
Dunia hanya, ambil semua, ambil.
Pasuruan,
30/05/2024

*Seorang pelukis, sastrawan religi asal Pasuruan, yang tak lepas dari tidur dan ngopi