BENGKELKARYASASTRA

Engkau Tak Kunjung Tiba

Oleh: Masloem*

Engkau…tak kunjung tiba
Padahal kerinduanku sudah semena-mena
Engkau…tak kunjung tiba
Beribu janji kau ucap ku tafsirkan sama

Engkau tak kunjung tiba
Aku kecewa
Engkau tak kunjung tiba
Janjimu berlalu begitu saja

Engkau tak kunjung tiba
Padahal harga-harga makin jauh meninggalkan kita
Engkau tak kunjung tiba
Perasaanmu biasa saja

Engkau tak kunjung tiba
Setiap kali kami minta yang datang hanya postermu saja
Engkau tak kunjung tiba
Seolah ponselmu tak punya nomor we-a

Engkau tak kunjung tiba
Sekedar menengok kami pun tak bisa
Engkau tak kunjung tiba
Kecuali kau lirik dari balik pintu baja

Jari-jemarimu nampak kini makin lihai
Memintal kata-kata, entah pesanan siapa
Petuah-petuah itu kau kemas dalam prasasti bermaterai
Lalu kau berikan pengumuman pada seluruh penghuni kota

Pohon-pohon…
Hewan-hewan…
Rerumputan…
Tanah…
Udara…
Terumbu karang… Mobil…
Pedagang kaki lima…
Dan bahkan asap knalpot pun bertanya-tanya…
Ada apa denganmu, Cinta?

Jika Engkau bingung, datanglah
Jika Engkau cemas, datanglah
Jika Engkau risau, datanglah
Jika Engkau gelisah, datanglah

Bahkan jika Engkau tak tahu harus berbuat apa…
Maka, datanglah.

Apabila kemarau gersang
Masih mampu menumbuhkan ilalang
Terik di pelataran hatimu
Tetap kering kerontang

Apakah air mata kami tak mampu membasahinya meski sedikit saja?

Kami tak menuntut banyak
Hanya ingin bisa tidur nyenyak
Kala waktu surup mulai beranjak
Tak lagi memikirkan nasib anak-anak

Mereka memiliki perjuangannya sendiri
Tetapi bukan bertikai dengan bangsa sendiri
Keberpihakanmu akan menuntun mereka mandiri
Menentukan jalan tanpa lupa jati diri

Meneguhkan arah perjuangan para pendahulu
Bagaimana bendera dikibarkan bukan untuk perayaan semu

Jika kepedulianmu nyata berpihak
Kami pun akan sukarela memihak
Tak gentar maju serentak
Dan takkan kau temukan kata tidak

Sajak-sajak perlawanan akan digantikan kisah asmara
Yang menceritakan kehidupan bahagia
Sindir-menyindir akan diisi gelak tawa
Menertawakan kesedihan yang pernah kita alami bersama

Ijinkan kami mengiba…kapan kunjunganmu tiba?

*Pemerhati sosial, kebijakan, dan layanan publik. Tapi lebih sering merhatiin senja yang ada kamunya

Masloem
+ posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *