BENGKELKARYASASTRA

Keindahan Sastra di Ujung Lensa : Potret Dimensi Sastraloka PBSIDUADUA

Oleh: Zulfia Abriani*

Pasuruan, surup.co – Sastra adalah cermin budaya dan identitas bangsa. Menggambarkan kisah, tradisi, dan pemikiran yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di Universitas PGRI Wiranegara Pasuruan, keberagaman sastra Indonesia dibuktikan melalui berbagai acara yang mempertemukan mahasiswa, dosen, dan pecinta sastra dalam perayaan ilmu dan kreativitas.

Seperti prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) di Uniwara yang memiliki warna dan keberagaman yang kompleks sehingga memaksa mahasiswanya melewati hiruk pikuk untuk tumbuh dan berkarya. Pada Desember 2023, mahasiswa PBSI angkatan dua ribu dua puluh dua yang akrab disebut PBSIADUADUA, mengadakan acara tahunan sebagaimana yang telah diadakan pada tiap angkatan sebelumnya. Diantaranya penampilan drama, apresiasi puisi, dan penulisan kreatif. Kegiatan tersebut menjadi ajang untuk menampilkan karya-karya sastra terbaik dari mahasiswa. Sekaligus memberikan ruang untuk berdiskusi dan belajar. Acara ini tidak hanya menjadi pengalaman berharga bagi PBSIDUADUA, namun juga menjadi kisah yang tintanya tidak akan terhapus dan abadi dalam bidikan lensa.

Pada bagian lainnya, penulis sebagai mahasiswi PBSIDUADUA, juga merupakan seorang freelance photographer, mengabadikan indahnya kegiatan “Dimensi Sastraloka” tersebut melalui bidikan lensa kamera. Agar menjadi jejak digital dalam rangkaian sejarah selama menempuh Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di  Uniwara. Dimana setiap foto adalah sebuah kisah, sebuah perjalanan melalui keindahan kata-kata yang terwujud dalam realitas visual. Di setiap bidikan, terpancar kegembiraan, inspirasi, dan keajaiban sastra yang memenuhi ruang acara.

Ayu Dyah Rachmawati sebagai MC Dimensi Sastraloka (dok. PBSI22)
Kris ayu Amelia M.P saat persiapan sebagai MC Dimensi Sastraloka (dok. PBSI22)
Penampilan drama PBSIDUADUA berjudul “Konspirasi Hayat” (dok.PBSI22)
Penampilan drama PBSIDUADUA berjudul “Jurnalis Kampung” (dok. PBSI22)
Properti panggung dalam acara Dimensi Sastraloka (dok.PBSI22)
Penampilan drama PBSIDUADUA berjudul “Janda Sebelah” (dok.PBSI22)
Pemeran mbak jamu di Drama “Jurnalis kampung” (dok.PBSI22)
Pemeran drama berjudul “Konspirasi hayat” (dok.PBSI22)

Selain itu, layaknya bagi seorang mahasiswa PBSI, penulis juga mengabadikan ungkapan melalui puisi untuk dipersembahan kepada seluruh mahasiswa PBSIDUADUA. Dari tangis dan tawa tercipta sebuah puisi, ungkapan tersirat untuk jiwa-jiwa yang haus merengkuh ilmu dan pengalaman berharga. Semoga setiap bait mampu mengingatkan kembali kenangan tentang perjuangan yang telah kita torehkan bersama:

Dimensi Sastraloka

Kita bukan hanya merengkuh senja
Namun telah erat dengan keheningan malam
Mengadu dan merintih demi coretan pena menjadi asa
Merenung dan menggenggam satu sama lain dalam keriuhan pikiran

Di balik kisah syahdu kita
Memaksa membuka mata dan menegakkan pundak
Menorehkan tinta tebal di sela-sela getir ketakutan

Mata-mata yang membelalak mengupas habis kita
Kau dan aku sampai pada bahagia yang kita ciptakan sendiri
Kata demi kata yang tak lagi terpenjara pada aturan

Di atas panggung ini telah merdeka jiwa-jiwa
Menjadi kenangan suka dan duka yang tak akan tenggelam
Abadi dalam sajak-sajak rasa dan sandiwara makna.

Tidak ada ungkapan yang dapat mewakili rasa terima kasih yang penulis tujukan kepada para senior, atas kontribusinya memberikan motivasi dan inspirasi. Terutama terima kasih tak terhingga juga penulis haturkan kepada dosen atas ilmu dan kebahagiaan yang telah disebarkan. Juga selamat kepada mahasiswa angkatan 2022 yang telah berjuang, semoga kuat hingga tamat.

*Mahasiswi Pendidikan bahasa dan sastra Indonesia angkatan 2022 di Uniwara Pasuruan. Fotografer dan penulis buku “Dwi Jiva”

Zulfia Abriani
+ posts

9 komentar pada “Keindahan Sastra di Ujung Lensa : Potret Dimensi Sastraloka PBSIDUADUA

  • neng² gemashhh pbsi 22 kayak apotik tutup, gada obat.

    Balas
  • Tulisan ini menggambarkan dengan sangat baik betapa pentingnya sastra dalam melestarikan budaya dan identitas bangsa. Penggambaran acara tahunan di Universitas PGRI Wiranegara Pasuruan memberikan kesan mendalam tentang semangat dan dedikasi mahasiswa dalam mengapresiasi dan mengembangkan sastra Indonesia.

    Balas
    • Sukses slalu untuk PBSIDUADUA ditunggu karya selanjutnya. Thx

      Balas
  • Sangat beruntung menjadi bagian dari prodi PBSI 22 Universitas PGRI Wiranegara Pasuruan💗 Semangat dan terus berjuang bersama teman-teman 😍😘

    Balas
  • Terima kasih untuk wadah yang istimewa (surup.co) , terima kasih teman-teman PBSIDUADUA, terus melangkah. “Perjalanan masih panjang” 🤍

    Balas
    • Terima kasih atas kontribusinya mengarsipkan karya. Semoga bisa menginspirasi penikmat. Ditunggu karya lainnya, juga untuk PBSIDUADUA, sukses slalu. Salam syahdu.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *