BUDAYAKARYARUPA

MberArt: Pameran Sketsa Dari Konco Sket

Surup.co, Kepanjen, 19 Januari 2026 — Komunitas Konco Sket menggelar pameran bertajuk “MberArt” pada 16–22 Januari 2026 di Cafe Taman Byru, Jl. Effendi No. 92, Kepanjen. Pameran ini terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi setiap hari pukul 09.00–21.00 WIB. Lebih dari sekadar pameran perdana di Kepanjen, MberArt menjadi penanda relasi panjang antara proses berkesenian, ruang alternatif, dan komunitas yang saling menopang.

Selama dua tahun terakhir, Konco Sket telah berproses dan menetap di Kepanjen. Meski demikian, dalam konteks presentasi karya, kolektif ini sebelumnya lebih sering berpameran di Kota Malang, yang selama ini berfungsi sebagai pusat aktivitas dan perhatian dalam skena seni Malang Raya. MberArt menjadi momentum penting ketika proses yang tumbuh di Kepanjen akhirnya dipresentasikan secara terbuka di daerah tempat praktik itu berlangsung.

Dalam konteks skena seni Malang Raya, Konco Sket menempati posisi yang khas. Alih-alih lahir dari institusi formal seni atau arus utama galeri komersial, Konco Sket tumbuh dari praktik berkarya bersama yang cair dan berbasis pertemanan. Kehadiran mereka selama ini menjadi jembatan antara praktik sketsa yang intim dan ruang pamer yang lebih terbuka, dengan pendekatan visual yang ringan namun reflektif.

Situasi pengunjung saat di ruang pamer

Pameran ini mengusung semangat desentralisasi seni, sebagai upaya meretas anggapan bahwa praktik dan legitimasi seni harus selalu berpusat di kota besar. Dengan menghadirkan pameran di Kepanjen, Konco Sket menegaskan bahwa wilayah pinggiran memiliki kapasitas yang setara untuk menjadi ruang produksi wacana, pertukaran gagasan, dan apresiasi seni.

Tajuk MberArt diambil dari permainan kata yang secara satir merujuk pada kata mberot, sebuah istilah lokal yang sering diasosiasikan dengan kesenian tradisional yang mulai kehilangan makna dan tujuannya. Permainan kata ini dibaca Konco Sket sebagai kritik ringan bahwa Kepanjen dan Kabupaten Malang membutuhkan alternatif hiburan lain, ruang di mana publik tidak hanya menjadi konsumen tontonan, tetapi juga diajak berpikir, berinteraksi, dan merasakan pengalaman visual secara lebih reflektif. Selain itu, kata Mber juga merupakan istilah lokal yang berarti hujan deras, dimana persiapan dan pelaksanaan pameran ini berada di bulan-bulan dengan curah hujan besar.

Pemilihan Cafe Taman Byru sebagai lokasi pameran berangkat dari relasi yang telah terbangun sebelumnya. Taman Byru selama ini telah memberikan ruang dan dukungan bagi Konco Sket untuk berproses. Oleh karena itu, pameran ini digelar di Cafe Taman Byru sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih, sekaligus penegasan bahwa ruang alternatif memiliki peran penting dalam keberlanjutan praktik seni di luar sistem formal.

Rangkaian pameran ini turut dilengkapi dengan sesi workshop, sharing session, dan diskusi seni interaksi santai bersama para perupa, sebagai upaya memperluas pemahaman publik terhadap proses kreatif dan dinamika kolektif Konco Sket, sekaligus memperkuat ekosistem seni di Kepanjen dalam lanskap Malang Raya.

Dokumentasi Workshop Sketsa dengan media pena bambu dan tinta cina

Pameran ini juga dibaca sebagai upaya memperluas ekosistem seni di Kepanjen dan memperkaya lanskap seni Malang Raya dari arah pinggiran. Dengan membuka ruang dialog antara seniman dan publik lokal, pameran ini diharapkan dapat memicu percakapan, jejaring, dan kemungkinan kolaborasi yang berkelanjutan. Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi Konco Sket melalui pesan langsung Instagram @koncosket.

Konco Sket
Komunitas sketsa | + posts

Komunitas sketsa dari Kepanjen

Konco Sket

Komunitas sketsa dari Kepanjen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *