KARYARUPASports

Merayakan Kedewasaan dengan Dolanan lan Dulinan oleh Warga PGMI FAI UNISMA

Oleh: Ida Zuhriya

Pagi Kamis 23 Januari 2025 itu sungguh syahdu, dengan hujan rintik-rintik di Taman Gedung Prof. KH.Tholhah Hasan (Gedung Bundar) Universitas Islam Malang yang hijau nan rindang. Display karya di bawah pohon Trembesi menambah sejuk suasana. Pembukaan dihadiri puluhan peserta dan undangan. Acara dimulai dengan sambutan kurator pameran Ida Zuhriyah “dengan pameran ini, kami mencoba membuat mainan yang bisa dikerjakan sendiri. Tentunya makin seru jika bisa dimainkan”. Sambutan dosen matakuliah di sampaikan melalui telpon kaleng dan benang dengan kata “pameran dolanan lan dulinan budal”.

beragam karya ditampilkan dalam pameran

Pameran yang bertajuk “dolanan lan dulinan” sebagai bagian dari penyelesaian tugas proyek seni budaya dan prakarya mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) angkatan 2022 kelas A dan B, difokuskan pada permainan tradisional, dan permaian modern yang dibalut dengan kreativitas sehingga menghasilkan karya yang sederhanan namun sarat makna.

Pameran ini digelar bertujuan untuk mengenalkan berbagai jenis mainan yang hasilkan dari adaptasi dan imajinasi serta kreativitas dari warga PGMI, permainan yang dipamerkan terdapat: karya kertas, karya anyam, karya daur ulang, karya elektronik, karya alam, karya media baru, dan terdapat beberapa mainan modern yang dapat dialih fungsikan sebagai hiasan.

foto bersama peserta dan apresiator pameran “dulinan lan dolanan”

Tradisi pameran ini merupakan agenda tahunan bagi mahasiswa PGMI Unisma, yang pastinya akan membawa kesan tersendiri sebagai para mahasiswa yang mencoba menjadi perupa yang menampilkan karyanya.

Pengalaman bermain ini adalah auto kritik pada rendahnya partisipasi aktif pada aspek kemampuan mekanik, psikomotorik, bahkan sosial. Penyebabnya beragam dari semakin istiqomahnya pada budaya layar (screen time), sampai kesempatan yang semakin terasa sempit. Pesan “kedepannya bisa disalurkan di kehidupan masa depan yang lebih asik” kata Zuhkhriyan Zakaria selaku dosen pengampu mata kuliah tersebut dalam sambutannya.

Pameran ini berlangsung sekitas 3 jam, disebabkan kondisi mendung dan akan turun hujan. Salah seorang pengunjung mengatakan “saya pingin membeli beberapa karya yang dipajang, karena mengingatkan akan masa kecil saya” ungkap Mutiara Sari Dewi. Diharapkan dengan adanya pameran tersebut bisa membawa dampak besar di hari mendatang. Karya-karya dari pameran ini merupakan sebuah proses ungkapan adaptif yang memberikan banyak pengalaman dalam merayakan masa kedewasaan kita. Mainan dan permainan mencoba membagikan kebahagiaan melalui karya.

Website | + posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *