BENGKELBUDAYAGAYAKARYANAMPANGSASTRA

Proses Menuju Pentas Pagelaran Joko Kebo di TMII Jakarta.

Oleh : Adam Zulfikar

Surup.co,- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan kembali  menggelar pementasan teater tradisi  di Taman Mini Indonesia Indah pada 7 juli 2024, yang pada tahun ini bekerja sama dengan SMP Negeri 1 Gondang Wetan. Pementasan ini bertujuan menarik wisatawan yang berada di TMII untuk lebih mengenal budaya, khususnya Budaya Jawa Timur, juga sebagai ajang promosi kebudayaan dan cerita-cerita rakyat yang berada di Pasuruan, Jawa timur.

Perkenalkan saya Adam, mahasiswa ISI Jogja. Saya akan bercerita atas dasar pengalaman yang saya dapat. Setelah melalui proses  kurasi penaskahan, Pak Ipul selaku pembina teater Dragonta yang ada di SMPN 1 Gondang wetan akhirnya memilih naskah “Joko Kebo” yang menceritakan tentang legenda Mbah Unthuk di kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Waktu itu saya masih di Jogja dan hanya bisa berhubungan melalui telfon. Akhirnya dengan riset yang seadanya, saya mengkaji cerita rakyat tersebut. Sesampainya di Pasuruan, saya kembali membedah dan mengobservasi cerita rakyat Mbah Unthuk dalam naskah Joko kebo yang ditulis oleh Pak Ipul sendiri, dan akhirnya saya dipercaya untuk menjadi sutradara dalam proses ini.

Evaluasi dan gladi bersih H-1 dilokasi Panggung TMII (dok. Dragonta)

Proses latihan berjalan selama 2 bulan lamanya. Kami mengajak teman-teman pelajar dan beberapa Guru dari SMPN 1 Gondang Wetan untuk ikut serta dalam proses pagelaran drama tari Joko kebo yang akan dipentaskan di TMII, Jakarta. Mulai dari pelajar tingkat SMP, SMA juga mahasiswa termasuk saya. Beberapa siswa dari SMP Gondang Wetan 1, SMA Gondang Wetan 1, SMA Kejayan 1, Mahasiswa STKW Surabaya sebagai komposer musik, juga mahasiswi UM sebagai komposer tari, dan beberapa pengrawit yang berdomisili di Probolinggo. Dalam proses latihan juga tidak lepas dari monitoring Dinas untuk melihat bagaimana persiapan pentas kami.

Latihan terahir dan monitoring Dinas sebelum berangkat ke Jakarta. (dok. Dragonta)

Dalam proses pengkaryaan, saya menggabungkan unsur teater, tari dan musik menjadi satu aransemen pementasan. Dengan menggunakan metode 3 dimensi tokoh Stanislavski dalam keaktorannya yaitu mengkaji secara objektif tiap-tiap karakter menurut sosiologis, psikologis dan fisiologis. Tari yang dipakai pun kontemporer, tapi tetap tidak lepas dengan tradisionalnya. Begitu juga dengan musik, kami menggunakan musik karawitan Jawa Timur sebagai objek audio yang mengisi setiap suasana didalam visual panggung. Adegan-adegan perkelahiannya juga menggunakan gerakan-gerakan dengan tempo cepat dan tegas. Saya sengaja tidak menggunakan gerakan atau unsur tari sebagai adegan perkelahian, karena menurut saya gerakan yang lebih atraktif akan jauh  mencuri rasa penonton yang melihat.

Adegan pertarungan Joko dengan Adipati dalam pentas Joko Kebho di TMII, 07 juli 2024. (Dok. Dragonta)

Gampangnya saya ingin memunculkan sisi realis dalam adegan perkelahian, mengingat metode keaktoran yang saya lakukan juga realis. Untuk beberapa adegan lain seperti visualisasi api sebagai kekuatan keris, tentunya tidak bisa realis, tetap menggunakan penari sebagai objek simbol kekuatan api. disitulah sisi pertunjukan kreasi gerakan tari dimunculkan. Juga beberapa efek seperti munculnya api dari settwings, batu-batu dan warung menjadi satu kekuatan untuk semakin membuat pertunjukan menjadi realis.

Adegan saat gladi bersih di lokasi panggung TMII (dok. Dragonta)

Pementasan pagelaran Joko kebo dapat disimak melalui link di bawah ini:

https://www.youtube.com/live/nih7XANjTu8?si=wGSedZAdltTljW3L

*Mahasiswa asal Pasuruan yang sedang menempuh pendidikan di jurusan teater semester 6 di ISI Jogjakarta.

Adam Zulfikar
Mahasiswa asal Pasuruan yang sedang menempuh pendidikan teater semester 6 di ISI Jogjakarta. | + posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *