{"id":1355,"date":"2025-10-28T09:43:25","date_gmt":"2025-10-28T09:43:25","guid":{"rendered":"https:\/\/surup.co\/?p=1355"},"modified":"2025-10-28T09:46:38","modified_gmt":"2025-10-28T09:46:38","slug":"pramulang-meramu-wujud-perupaan-dwarapala","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/surup.co\/index.php\/2025\/10\/28\/pramulang-meramu-wujud-perupaan-dwarapala\/","title":{"rendered":"Pramulang: Meramu Wujud Perupaan Dwarapala"},"content":{"rendered":"\n<p>Pramulang adalah gagasan pameran bersama 5 perupa Ahmad Saihu, Cahyo Kiria, Gatot SP, Ghatra Zaid, dan Tamban Arif Maulana. Mereka mengkontruksi artefak bersejarah Dwarapala. <\/p>\n\n\n\n<p>Tajuk pameran Pramulang mengajak pembaca mengulang-ulang memahami. Ada yang membacanya dengan Pamulang (sebuah daerah di Tangerang), adapula yang menerka <em>Pra-Mulang<\/em>. Semuanya sah-sah saja, namun pada pameran ini konteks kata Pramulang adalah frasa atau gabungan dua kata dari Peramu dan Ulang, ini adalah <em>portmanteau<\/em> atau lakuran dua kata yang digabung menjadi satu dengan menghilangkan beberapa huruf. Kata <strong>peramu<\/strong> dan <strong>ulang<\/strong> menjadi Pramulang. Ini adalah upaya perupa meramu ulang perupaan\/visual dari Arca Dwarapala sebagai sumber inspirasi. <\/p>\n\n\n\n<p>Mengapa Arca Dwarapala?<\/p>\n\n\n\n<p>Jawabannya merujuk pada sejarah kejayaan Kerajaan Singosari yang berkuasa pada abad ke-13. Arca Dwarapala adalah patung penjaga gerbang yang biasanya ditempatkan di pintu tempat suci, masuk candi atau kompleks istana. Beberapa sumber menyebutkan Dwarapala area Candi Singosari adalah salah satu yang terbesar se Asia Tenggara dengan tinggi 3 meter. Kami beranggapan jika ada Arca Dwarapala sebesar ini, bisa jadi adalah simbol kemegahan dan luasnya wilayah yang di jaganya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada 20 karya yang terpajang sebagai bagian peramu ulang Arca Dwarapala dengan sudut pandang yang unik:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Ahmad Saihu<\/strong>, \u00a0menghadirkan karya berjudul \u201cThe Second Presence\u201d lukisan akrilik di atas kanvas berukuran besar (180 x 130 cm) yang menampilkan figur arca Dwarapala dalam penggambaran realistik dengan nuansa monokrom gelap. Lukisan ini mengangkat kembali simbol penjaga gerbang suci dari masa klasik sebagai refleksi eksistensial manusia modern tentang keberadaan, keheningan, dan makna kehadiran kedua (the second presence) dalam ruang batin. <\/p>\n\n\n\n<p>Dia menginterpretasikan Dwarapala bukan sekadar penjaga candi, tetapi simbol kesadaran diri pada lapisan kedua dari kehadiran manusia yang tersembunyi di balik wujud lahiriah. \u201cThe Second Presence\u201d dapat dibaca sebagai upaya mengenali diri lewat keheningan dan refleksi, suatu proses menghadirkan \u201cjiwa penjaga\u201d dalam diri manusia di tengah hiruk-pikuk modernitas.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-large is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"572\" src=\"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_192800-1024x572.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1357\" style=\"width:519px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_192800-1024x572.jpg 1024w, https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_192800-300x168.jpg 300w, https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_192800-768x429.jpg 768w, https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_192800-1536x858.jpg 1536w, https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_192800-2048x1144.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Dua pengunjung berfoto di antara karya Ahmad Saihu (kanan-kiri) dan Ghatra Zaid (tengah)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Karya ini juga menunjukkan kematangan teknis dan kedewasaan artistik Saihu, yang telah lama aktif berpameran di berbagai ruang seni nasional. Latar belakangnya di komunitas Sanggar Selosoan dan partisipasi dalam berbagai pameran seperti UOB Painting of the Year 2023 menunjukkan konsistensinya dalam eksplorasi figur, tekstur, dan narasi simbolik. Melalui \u201cThe Second Presence,\u201d Saihu menghadirkan meditasi visual yang hening namun kuat tentang keberadaan manusia yang senantiasa dijaga, dipertanyakan, dan dihadirkan kembali melalui seni.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Cahyo Kiria Nugroho<\/strong>, Karya \u201cAesthetic Urban\u201d menampilkan eksplorasi visual budaya urban melalui pendekatan ilustrasi digital bergaya anime. Dengan teknik digital printing, Cahyo memvisualisasikan dua karakter muda ala Dwarapala era digital, satu duduk dalam pose santai, satu lagi berdiri di samping motor futuristik. Latar tulisan besar bertuliskan KIRIA yang dibuat menyerupai grafiti bernuansa api dan neon. <\/p>\n\n\n\n<p>Kombinasi warna kontras seperti merah-oranye dan biru-hijau, serta garis tegas dan bersih, menciptakan kesan dinamis, energik, dan penuh semangat khas budaya muda urban.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image alignleft size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"597\" src=\"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_192948-1024x597.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1358\" style=\"width:495px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_192948-1024x597.jpg 1024w, https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_192948-300x175.jpg 300w, https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_192948-768x447.jpg 768w, https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_192948-1536x895.jpg 1536w, https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_192948-2048x1193.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Karya Cahyo Kiria Nugroho berjudul &#8220;Aesthetic Urban&#8221;, Dwarapala versi anime<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Sebagai seniman muda kelahiran 2005 yang baru menapaki perjalanan kreatif, latar belakang Cahyo yang berawal dari ketertarikan pada anime dan latihan menggambar realis dengan teknik <em>grid<\/em> terlihat berpengaruh kuat dalam kontrol anatomi, proporsi, serta penguasaan ekspresi karakter. <\/p>\n\n\n\n<p>Pengalamannya mengikuti program internship desain karakter 2D dan ilustrasi digital juga tampak pada ketepatan komposisi, pewarnaan, dan estetika komik Jepang yang adaptif.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara konseptual, \u201cAesthetic Urban\u201d merefleksikan identitas generasi muda yang hidup di persimpangan budaya global, antara street culture, anime, dan digital lifestyle. <\/p>\n\n\n\n<p>Cahyo menghadirkan dunia visual yang banyak disukai Generasi Z, mereka memiliki tingkat konsumsi tertinggi saat ini, gaya, cerminan semangat kebebasan, individualitas, dan ekspresi diri di tengah realitas kekinian.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Gatot SP<\/strong>, karya \u201cManifestasi Danyang 3\u201d karya Gatot Suprianto menampilkan kekuatan spiritual dan kecintaan mendalam terhadap alam, yang juga mencerminkan perjalanan artistiknya sebagai pelukis otodidak yang menekuni seni sejak 1993. Lukisan berukuran 120 x 100 cm meramu lanskap hutan yang rimbun dengan cahaya lembut menyinari sosok Arca Dwarapala di kejauhan, sementara kawanan domba merumput damai di bawah pohon besar yang menjulang dan berbunga.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Danyang<\/em> biasanya digambarkan sebagai pohon, gunung, mata air, atau desa yang melindungi suatu tempat atau wilayah dalam kepercayaan Jawa. Seperti roh leluhur yang menjaga atmosfer. Kesan bahwa alam bukan latar, tetapi ruang spiritual tempat manusia dan kekuatan gaib bersemayam dalam keseimbangan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"849\" src=\"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_192927-1024x849.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1359\" style=\"width:434px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_192927-1024x849.jpg 1024w, https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_192927-300x249.jpg 300w, https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_192927-768x636.jpg 768w, https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_192927-1536x1273.jpg 1536w, https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_192927-2048x1697.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Karya Gatot SP berjudul &#8220;Manifestasi Danyang #3&#8221; Akrilik pada Kanvas, 120 x 100 cm, 2025<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Pengalaman Gatot sebagai pemahat dan pelukis yang lama berkarya di Bali tampak dalam penguasaan tekstur dan bentuk natural: pepohonan, batu, serta permainan cahaya yang realistis namun sarat rasa magis.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia mengolah warna-warna hijau, biru, dan emas untuk menciptakan harmoni visual yang memancarkan aura kesucian dan kehidupan. Secara konseptual, karya ini memvisualkan gagasan danyang sebagai penjaga alam, perwujudan energi spiritual yang menghidupi dan melindungi lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Lukisan ini menjadi refleksi atas keyakinan seniman bahwa alam adalah wujud nyata dari kekuatan ilahi yang harus dirawat dan dihormati.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image alignleft size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"422\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_192657-422x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1360\" style=\"width:236px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_192657-422x1024.jpg 422w, https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_192657-124x300.jpg 124w, https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_192657-768x1864.jpg 768w, https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_192657-633x1536.jpg 633w, https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_192657-844x2048.jpg 844w, https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_192657-scaled.jpg 1055w\" sizes=\"(max-width: 422px) 100vw, 422px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Karya Ghatra Zaid berjudul &#8220;Obrolan Intens&#8221; drawing pada kanvas, 150 x 70 cm, 2025<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Ghatra Zaid<\/strong>, meramu \u201cObrolan Intens\u201d merupakan eksplorasi visual yang kuat tentang sosok penjaga Dwarapala yang ditransformasikan melalui pendekatan drawing monokrom di atas kanvas berbentuk tameng. <\/p>\n\n\n\n<p>Bentuk tameng segi enam bukan sekadar bingkai, bisa jadi simbol perlindungan dan pertahanan diri; ia memperkuat makna karya sebagai ruang dialog antara kekuatan, spiritualitas, dan ketahanan batin. Dalam karya ini, Ghatra menampilkan figur arca dengan detail luar biasa, guratan tinta yang rapat, kontras cahaya yang tegas, dan permainan tekstur yang menyerupai pahatan batu. <\/p>\n\n\n\n<p>Teknik goresan linier dan <em>cross-hatching<\/em> menunjukkan latar belakangnya sebagai seniman dengan dasar keterampilan manual kuat dari dunia airbrush dan desain grafis, yang ia tekuni sejak 1990-an. Pendekatan teknis ini menghasilkan visual yang presisi, tetapi tetap menyisakan aura spiritual dan monumental dari arca penjaga.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;\u201cObrolan Intens\u201d dapat dibaca sebagai percakapan batin antara manusia dan simbol pelindungnya. Sebuah refleksi atas dialog internal tentang kekuatan, ketakutan, dan keteguhan diri. Arca Dwarapala sebagai entitas hidup yang berkomunikasi secara simbolik dengan pencipta maupun penontonnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Mempertemukan dunia <em>craftsmanship <\/em>dan spiritual <em>awareness<\/em>; perpaduan antara ketelitian teknis dan kedalaman makna. Ia menghadirkan Dwarapala sebagai penjaga kesadaran, tempat manusia berhadapan dengan dirinya sendiri dalam \u201cobrolan\u201d yang sunyi, intens, dan jujur.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tamban Arif Maulana<\/strong>, Karya berjudul \u201cEskavasi Makna\u201d meramu visual yang kompleks dan reflektif. Memadukan ikon-ikon budaya klasik dengan simbol-simbol populer masa kini di dalam wadah mesin capit (<em>claw machine<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p>Secara visual, karya ini menampilkan arca-arca bergaya Dwarapala dan Ganesha Hindu-Buddha seperti berdampingan dengan mainan, boneka beruang, karakter kartun, hingga mainan plastik berwarna ceria. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image alignleft size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"816\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_192633-816x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1361\" style=\"width:242px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_192633-816x1024.jpg 816w, https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_192633-239x300.jpg 239w, https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_192633-768x963.jpg 768w, https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_192633-1225x1536.jpg 1225w, https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_192633-1633x2048.jpg 1633w, https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_192633-scaled.jpg 2041w\" sizes=\"(max-width: 816px) 100vw, 816px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Karya Tamban Arif Maulana berjudul &#8220;Eskavasi Makna&#8221;, akrilik pada kanvas, 95 x 75 cm, 2025<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Semua elemen itu dikemas dalam ruang transparan mesin permainan, yang umumnya diasosiasikan dengan hiburan dan konsumsi instan.<\/p>\n\n\n\n<p> Tamban mengeksplorasi ketegangan antara nilai spiritual dan budaya pop, antara yang sakral dan yang profan. Mesin capit menjadi metafora dunia modern yang \u201cmemilih dan mengambil\u201d makna budaya masa lalu secara serampangan menjadikannya objek hiburan, bukan lagi ruang perenungan. Judul \u201cEskavasi Makna\u201d menggambarkan upaya menggali ulang nilai-nilai tradisi yang tertimbun oleh arus komersialisasi dan modernitas.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari segi teknik, Tamban menunjukkan keterampilan realistis dengan pewarnaan lembut dan pencahayaan neon yang menciptakan nuansa futuristik. Warna dingin dan kilau logam memperkuat kesan keterasingan benda-benda suci di tengah suasana artifisial.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui karya ini, Tamban seolah mengajak penonton bertanya:<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cApakah makna dan nilai warisan budaya masih bisa kita gali secara utuh, ataukah sudah menjadi sekadar barang pameran dalam mesin hiburan modern?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Penulis: Zuhkhriyan Zakaria<\/p>\n\n\n\n<p><em>Pameran berlangsung:<br>26 Oktober &#8211; 2 November 2025<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>\ud83d\udccd <em>Cahya Pilar Merah, Jl. Empu Gandring No.105, RT.07\/RW.09, Tejosari, Candirenggo, Kec. Singosari, Kabupaten Malang<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Open gate : 09.00 &#8211; 20.00 WIB<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pramulang adalah gagasan pameran bersama 5 perupa Ahmad Saihu, Cahyo Kiria, Gatot SP, Ghatra Zaid, dan Tamban Arif Maulana. Mereka<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1356,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30,38,23,31,32],"tags":[],"class_list":["post-1355","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-budaya","category-karya","category-rupa","category-sosial","category-spiritual"],"magazineBlocksPostFeaturedMedia":{"thumbnail":"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_170845-150x150.jpg","medium":"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_170845-300x169.jpg","medium_large":"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_170845-768x432.jpg","large":"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_170845-1024x576.jpg","1536x1536":"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_170845-1536x864.jpg","2048x2048":"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_170845-2048x1152.jpg","authorship-box-avatar":"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_170845-150x150.jpg","authorship-box-related":"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_170845-70x70.jpg","colormag-highlighted-post":"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_170845-392x272.jpg","colormag-featured-post-medium":"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_170845-390x205.jpg","colormag-featured-post-small":"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_170845-130x90.jpg","colormag-featured-image":"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_170845-800x445.jpg","colormag-default-news":"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_170845-150x150.jpg","colormag-featured-image-large":"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_170845-1400x600.jpg","colormag-elementor-block-extra-large-thumbnail":"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_170845-1155x480.jpg","colormag-elementor-grid-large-thumbnail":"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_170845-600x417.jpg","colormag-elementor-grid-small-thumbnail":"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_170845-285x450.jpg","colormag-elementor-grid-medium-large-thumbnail":"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_170845-575x198.jpg"},"magazineBlocksPostAuthor":{"name":"Zuhkhriyan Zakaria","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g"},"magazineBlocksPostCommentsNumber":"2","magazineBlocksPostExcerpt":"Pramulang adalah gagasan pameran bersama 5 perupa Ahmad Saihu, Cahyo Kiria, Gatot SP, Ghatra Zaid, dan Tamban Arif Maulana. Mereka","magazineBlocksPostCategories":["BUDAYA","KARYA","RUPA","SOSIAL","SPIRITUAL"],"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":["https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_170845-scaled.jpg",2560,1440,false],"medium":["https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_170845-300x169.jpg",300,169,true],"thumbnail":["https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_170845-150x150.jpg",150,150,true]},"magazine_blocks_author":{"display_name":"Zuhkhriyan Zakaria","author_link":"#molongui-disabled-link"},"magazine_blocks_comment":2,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"https:\/\/surup.co\/index.php\/category\/budaya\/\" rel=\"category tag\">BUDAYA<\/a> <a href=\"https:\/\/surup.co\/index.php\/category\/bengkel\/karya\/\" rel=\"category tag\">KARYA<\/a> <a href=\"https:\/\/surup.co\/index.php\/category\/gaya\/rupa\/\" rel=\"category tag\">RUPA<\/a> <a href=\"https:\/\/surup.co\/index.php\/category\/budaya\/sosial\/\" rel=\"category tag\">SOSIAL<\/a> <a href=\"https:\/\/surup.co\/index.php\/category\/budaya\/spiritual\/\" rel=\"category tag\">SPIRITUAL<\/a>","yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pramulang: Meramu Wujud Perupaan Dwarapala - SURUP<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/surup.co\/index.php\/2025\/10\/28\/pramulang-meramu-wujud-perupaan-dwarapala\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pramulang: Meramu Wujud Perupaan Dwarapala - SURUP\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pramulang adalah gagasan pameran bersama 5 perupa Ahmad Saihu, Cahyo Kiria, Gatot SP, Ghatra Zaid, dan Tamban Arif Maulana. Mereka\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/surup.co\/index.php\/2025\/10\/28\/pramulang-meramu-wujud-perupaan-dwarapala\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"SURUP\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-28T09:43:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-28T09:46:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_170845-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1440\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Zuhkhriyan Zakaria\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Zuhkhriyan Zakaria\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/surup.co\/index.php\/2025\/10\/28\/pramulang-meramu-wujud-perupaan-dwarapala\/\",\"url\":\"https:\/\/surup.co\/index.php\/2025\/10\/28\/pramulang-meramu-wujud-perupaan-dwarapala\/\",\"name\":\"Pramulang: Meramu Wujud Perupaan Dwarapala - SURUP\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/surup.co\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/surup.co\/index.php\/2025\/10\/28\/pramulang-meramu-wujud-perupaan-dwarapala\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/surup.co\/index.php\/2025\/10\/28\/pramulang-meramu-wujud-perupaan-dwarapala\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_170845-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2025-10-28T09:43:25+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-28T09:46:38+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/surup.co\/#\/schema\/person\/9b6bd736c80abcf037e01490a53a3218\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/surup.co\/index.php\/2025\/10\/28\/pramulang-meramu-wujud-perupaan-dwarapala\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/surup.co\/index.php\/2025\/10\/28\/pramulang-meramu-wujud-perupaan-dwarapala\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/surup.co\/index.php\/2025\/10\/28\/pramulang-meramu-wujud-perupaan-dwarapala\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_170845-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_170845-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1440,\"caption\":\"Jl. Empu Gandring No.105, RT.07\/RW.09, Tejosari, Candirenggo, Kec. Singosari, Kabupaten Malang\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/surup.co\/index.php\/2025\/10\/28\/pramulang-meramu-wujud-perupaan-dwarapala\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/surup.co\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pramulang: Meramu Wujud Perupaan Dwarapala\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/surup.co\/#website\",\"url\":\"https:\/\/surup.co\/\",\"name\":\"SURUP\",\"description\":\"Budaya &amp; Hidup Gaya\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/surup.co\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/surup.co\/#\/schema\/person\/9b6bd736c80abcf037e01490a53a3218\",\"name\":\"Zuhkhriyan Zakaria\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/surup.co\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Zuhkhriyan Zakaria\"},\"url\":\"#molongui-disabled-link\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pramulang: Meramu Wujud Perupaan Dwarapala - SURUP","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/surup.co\/index.php\/2025\/10\/28\/pramulang-meramu-wujud-perupaan-dwarapala\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pramulang: Meramu Wujud Perupaan Dwarapala - SURUP","og_description":"Pramulang adalah gagasan pameran bersama 5 perupa Ahmad Saihu, Cahyo Kiria, Gatot SP, Ghatra Zaid, dan Tamban Arif Maulana. Mereka","og_url":"https:\/\/surup.co\/index.php\/2025\/10\/28\/pramulang-meramu-wujud-perupaan-dwarapala\/","og_site_name":"SURUP","article_published_time":"2025-10-28T09:43:25+00:00","article_modified_time":"2025-10-28T09:46:38+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1440,"url":"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_170845-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Zuhkhriyan Zakaria","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Zuhkhriyan Zakaria","Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/surup.co\/index.php\/2025\/10\/28\/pramulang-meramu-wujud-perupaan-dwarapala\/","url":"https:\/\/surup.co\/index.php\/2025\/10\/28\/pramulang-meramu-wujud-perupaan-dwarapala\/","name":"Pramulang: Meramu Wujud Perupaan Dwarapala - SURUP","isPartOf":{"@id":"https:\/\/surup.co\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/surup.co\/index.php\/2025\/10\/28\/pramulang-meramu-wujud-perupaan-dwarapala\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/surup.co\/index.php\/2025\/10\/28\/pramulang-meramu-wujud-perupaan-dwarapala\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_170845-scaled.jpg","datePublished":"2025-10-28T09:43:25+00:00","dateModified":"2025-10-28T09:46:38+00:00","author":{"@id":"https:\/\/surup.co\/#\/schema\/person\/9b6bd736c80abcf037e01490a53a3218"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/surup.co\/index.php\/2025\/10\/28\/pramulang-meramu-wujud-perupaan-dwarapala\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/surup.co\/index.php\/2025\/10\/28\/pramulang-meramu-wujud-perupaan-dwarapala\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/surup.co\/index.php\/2025\/10\/28\/pramulang-meramu-wujud-perupaan-dwarapala\/#primaryimage","url":"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_170845-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/surup.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251026_170845-scaled.jpg","width":2560,"height":1440,"caption":"Jl. Empu Gandring No.105, RT.07\/RW.09, Tejosari, Candirenggo, Kec. Singosari, Kabupaten Malang"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/surup.co\/index.php\/2025\/10\/28\/pramulang-meramu-wujud-perupaan-dwarapala\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/surup.co\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pramulang: Meramu Wujud Perupaan Dwarapala"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/surup.co\/#website","url":"https:\/\/surup.co\/","name":"SURUP","description":"Budaya &amp; Hidup Gaya","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/surup.co\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/surup.co\/#\/schema\/person\/9b6bd736c80abcf037e01490a53a3218","name":"Zuhkhriyan Zakaria","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/surup.co\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Zuhkhriyan Zakaria"},"url":"#molongui-disabled-link"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/surup.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1355","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/surup.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/surup.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surup.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surup.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1355"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/surup.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1355\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1363,"href":"https:\/\/surup.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1355\/revisions\/1363"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surup.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1356"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/surup.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1355"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/surup.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1355"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/surup.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1355"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}